Cerita Pendek (cerpen) Sebuah Karya Seni, karya pengarang kenamaan Rusia, Anton Chekhov ini, terjemahan dari A Work of Art (1886). Termaktub dalam antologi cerpen Anton Chekhov: The Early Stories 1883-1888, dengan editor Patrick Miles dan Harvey Pitcher. Diterbitkan oleh Macmillan Publishing, New York, pada 1982.
Sebagaimana pernah saya ulas sekilas di posting sebelumnya, Belajar Humor Cerdas dan Satir dari Antologi Cerpen Anton Chekhov, –memuat sebuah cerpen bertajuk Orator Ulung– “Acapkali Chekhov menulis penuh dengan unsur parodi dan satir yang dibumbui humor kelas tinggi dan main-main serta olok-olok yang pada gilirannya membentuk genre tersendiri yang kemudian dikenal dengan ‘Chekovian’. Kejelian dan ketajaman menangkap fenomena sosial aktual yang remeh-remeh, merupakan unsur sangat penting dan mendasar dari cerpen-cerpennya.”
Sekalipun cerita pendek Sebuah Karya Seni yang akan segera pembaca nikmati ini dibuat pada Abad ke-19, gagasan utama yang Chekhov ungkapkan rasanya masih aktual dengan kondisi kekinian kita, bangsa Indonesia. Ia mengolok-olok masyarakat yang terbelah dalam dua pandangan dalam menginterpretasikan sebuah karya seni (dalam hal ini patung tempat lilin berbentuk dua orang gadis dalam pose menantang).
Dialog-dialog yang tersaji pada cerpen Sebuah Karya Seni karya Anton Chekhov ini, niscaya akan merangsang pikiran kita untuk setuju atau tidak setuju dalam menginterpretasi karya seni. Sekalipun sublim, nampak kecenderungan Anton Chekhov atas masalah ini.
Untuk membaca lengkap cerpen di atas, silakan pembaca meluncur ke blog kami di Wordpress: Sebuah Karya Seni: Cerpen Anton Chekhov. Semoga berkenan.
*****
Posted by: |